MANA AJUDAN....?

Pagi di hari Senin, suasana upacara bendera di Sekolahku yang awalnya berjalan dengan hikmat tiba-tiba menjadi sedikit ramai. Pasalnya, Kepala Sekolah selaku pembina upacara kebingungan ketika ingin membacakan teks Pancasila tetapi ajudan pembawa teks pancasila yang biasanya berdiri di samping kiri belakang Pembina upacara, tidak ada. Peserta upacarapun baru menyadari bahwa upacara hari itu kekurangan satu orang personil, ajudan! Keadaan semakin heboh ketika tiba-tiba seorang siswa dengan senyam-senyum keluar dari barisan sambil membawa map yang berisi teks Pancasila..hehe. Rupanya sang ajudan memilih berdiri bersama teman-temannya di barisan kelas daripada berdiri di belakang Pembina upacara. Entah apa yang ada di pkiranya.

*****

Mari kita mencermati kejadian ini dan mengambil hikmahnya :
Pertama :
Sebaik apapun kita mempersiapkan sesuatu, kadang-kadang ada saja celah yang menjadi kekuranganya. Pekerjaan yang seratus persen sukses tanpa kekurangan sedikitpun, nyaris tidak pernah ada. Atau bahkan tidak pernah ada. Tetapi hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk tidak berbuat. Justru tantangan seperti itulah yang seharusnya memacu kita untuk berbuat dan berusaha dengan lebih baik.
Sering kita mendengar kalimat penyemangat…”pelaut ulung tidak lahir dari ombak yang tenang..tetapi lahir dari hempasan ombak yang ganas..” Orang-orang yang sukses hari ini bukan mereka yang menjalani hidup dengan bersantai ria, tetapi mereka adalah para pekerja keras yang telah berhasil menaklukkan kerasnya hempasan ombak kehidupan. Tantangan hiduplah yang membuat kita kuat, maka jangan menghindar dari tantangan, tetapi hadapilah dan anda akan menikmati betapa indahnya hidup ini.

*****

Siapa yang tidak mengenal Thomas Afva Edison, sang penemu lampu listrik. Karena penemuan itu dunia ini  menjadi terang seperti saat ini. Tidak gampang bagi Edison untuk mewujudkan mimpinya menemukan bola lampu.  Konon, ia telah melakukan seribu kali percobaan. Ia sampai-sampai stress, bingung dan panik, namun tak menyerah. Dan percobaannya yang keseribu itulah yang berhasil. Belajar dari usaha kerasnya ini Thomas Alfa Edison kemudian berpesan "Betapa banyak orang yang menyerah padahal hanya perlu beberapa langkah lagi untuk sampai pada keberhasilan." Dan satu kalimat bijak dari beliau, "saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal."

*****

Kedua :
Betapa seringnya kita hanya focus pada persoalan yang dianggap besar dan khilaf dengan persoalan-persoalan yang lainnya. Padahal yang sering membuat seseorang jatuh kadang-kadang bukanlah batu besar tetapi justru oleh krikil-krikil kecil yang sering dipandang sebelah mata.


Oke teman…tetap semangat!!!!

Komentar